Bupati Semarang Sebut Kasus Aktif Covid-19 Turun Hingga 85 Persen

UNGARAN, Cakram.net – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyebutkan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Semarang terus mengalami penurunan hingga 85 persen. Meski demikian, Bupati meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) guna menekan penyebaran virus Corona.

“Alhamdullilah mengalami penurunan cukup tinggi, kalau awal Juli lalu kasus aktif Covid-19 sekitar 4.422 kasus, hari kemarin turun tinggal 595 kasus aktif, artinya ada penurunan 85 persen. Walaupun penurunan kasus Covid-19 cukup tinggi, kami tetap meminta masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan, baik memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” kata Bupati usai penyerahan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako bagi anggota Organda Kabupaten Semarang dan penyandang disabilitas di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Minggu 15 Agustus 2021.

Kata Bupati, edukasi penerapan prokes di masa pandemi Covid-19 terus disosialisasikan kepada masyarakat. hal ini sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang.

“Selain terus melakukan edukasi kepada masyarakat, bagi warga yang terpapar Covid-19 akan kita bawa ke tempat isolasi terpusat. Langkah ini dalam rangka memutus penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Untuk kebijakan berkaitan perekonomian, lanjut Bupati, Pemkab Semarang menunggu instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang akan diterbitkan pada 16 Agustus 2021. Saat ini pihaknya sudah memberikan kelonggaran bagi pemilik warung makan maupun pedagang kaki lima (PKL).

“Pembeli yang makan di tempat seharusnya dibatasi hanya tiga orang, kita beri kelonggaran sampai 25 persen dari kapasitas warung makan dan waktu berjualan sampai jam 21.00 WIB. Ini bertujuan agar ekonomi mulai bangkit,” ungkapnya.

Menurut Bupati, aktivitas di Alun-alun Bung Karno Ungaran dan Alun-alun Tambakboyo Ambarawa yang seharusnya belum diizinkan akan diuji coba buka. Namun ada pembatasan hanya 50 persen dari jumlah pedagang yang ada di sana.

Ditanya soal bansos, Bupati menjelaskan ada bantuan dari pemerintah pusat seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, Pemkab Semarang juga memberikan bantuan bagi warga terpapar Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

“Dari desa/kelurahan juga ada bantuan, tapi kita pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bila dana desa/kelurahan sudah habis. Ada pula bantuan sembako gotong royong dari ASN, TNI, Polri, dan pengusaha bagi warga yang terdampak langsung pandemi Covid-19 terutama saat PPKM,” ujarnya.

Pada Minggu pagi 15 Agustus 2021, Bupati menyerahkan bantuan 300 paket sembako untuk Organda Kabupaten Semarang dan 250 paket sembako bagi kelompok disabilitas di Kabupaten Semarang. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan penerima. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *