Pemilihan gabah kering untuk warga Desa Tlogolele karena daya tahan gabah kering yang cukup lama jika dibandingkan dengan komuditas pangan lainnya.
“Gabah lebih lama daya tahannya daripada beras sehingga beras yang kita sumbangkan masih dalam kondisi baik dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.
Adanya bantuan itu disambut baik oleh Kepala Desa Tlogolele, Ngadi. Mayoritas warga Desa Tlogolele yang merupakan petani dan kebetulan saat ini sedang panen tembakau, mengaku sangat terdampak akibat abu Gunung Merapi. Sehingga bantuan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari hari warganya.
“Gabah memang bisa bertahan lama jadi memang masih sangat bagus dan layak nanti setelah digiling menjadi beras dan layak untuk masyarakat. Mudah mudahan bisa bermanfaat berkah untuk warga Tlogolele,” tuturnya.
