Siyamin menerangkan butuh waktu minimal satu minggu untuk menaikkan kandungan nikotin yang ditandai daun menjadi tebal dan siap dipetik. Ini dapat terjadi jika cuaca mendukung yakni daun terpapar sinar matahari sepanjang hari dan tanpa hujan.
Ia mengatakan daun tembakau di lahan masih tersisa 15-20 persen. Daun tersebut banyak ditunggu petani karena merupakan daun terbaik, jika diproses menjadi tembakau rajangan kering masuk pada totol E dan F ke atas. Totol ini harganya hingga Rp150 ribu per kilogram, sedangkan daun tembakau srintil harganya di atas Rp150 ribu per kilogram.
Menurutnya, beda dengan daun petikan sebelumnya ketika dijadikan tembakau rajangan kering harganya lebih rendah. Saat ini oleh pabrikan rokok dibeli Rp40 ribu – Rp50 ribu per kilogram. Harga itu sangat merugikan petani, sebab tidak menutup biaya produksi seperti pengolahan lahan, pemeliharaan dan produksi menjadi tembakau rajangan kering.
