Terlebih saat ini intensitas hujan sudah mulai tinggi dan BMKG sudah menginformasikan adanya ancaman La Nina.
“Nanti di bulan November ketika intensitas turun hujan banyak, itu tidak menutup kemungkinan ada longsor. Hal itu, perlu diantisipasi oleh semua elemen masyarakat maupun santri,” tuturnya.
Panglima Santri Gayeng itu, juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tegal dalam menggerakkan pondok pesantren untuk menginovasi pembuatan biopori atau lubang resapan.
Hal itu, mengingatkan kepada ayahnya, KH Maimoen Zubair yang pada tahun 1999, KH Maimoen Zubair banyak membuat lubang resapan di sekitar pondok pesantren di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.
