“Perkiraan panen dalam lahan 1 hektare menghasilkan 90 ton porang, itu kalau dari umbi yang berukuran seperempat kilo,” jelas Muslih.
Di samping menjual umbi porang, Muslih juga mengembangkan porang menjadi aneka olahan bernilai ekonomi seperti Rendang Porang, Srundeng Porang, Balado Porang dan olah makanan lainnya.
Terkait umbi porang yang masih kecil, menurut Muslih harganya lebih mahal, perkilonya mencapai Rp15 ribu. Pada ukuran ini umbi digunakan untuk pembibitan.
“Kalau yang masih biji itu lebih mahal lagi, satu kilo Rp150 ribu sampai Rp300 ribu,” pungkas Muslih. (Cakram)
