“Nanti akan ada yang melaksanakan evakuasi pengungsi bencana, pencarian dan penyelamatan korban, menggelar dapur lapangan, tenda evakuasi, posko lapangan, yang terpenting adalah bagaimana berkoordinasi antar bagian. Sehingga kerja kita, siapa berbuat apa itu sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya,” katanya.
Sekretaris Desa Kendel, Muhammad Ichwan mengatakan dengan adanya simulasi tersebut, sebanyak 6.672 jiwa warganya dapat memiliki pengetahuan terkait dengan mitigasi bencana tanah longsor yang sudah dua kali terjadi di Desa Kendel, yakni tahun 2016 dan 2019. Dari empat dusun yang dimiliki, sebanyak 53 KK atau 209 jiwa mengikuti simulasi agar mengetahui tindakan yang dilakukan saat bencana dan pasca bencana.
“Desa Kendel itu terdiri dari empat Kadus. Kadus empat ini termasuk tanah yang labil dan ini kejadian masyarakat ini sudah yang dua kali. Kami dari pemerintah desa mengucapkan terimakasih dengan simulasi ini,” ujarnya singkat. (Cakram)
