“Potensi pengembangan tanaman biofarmaka atau herbal tidak memerlukan teknologi tinggi. Sehingga bisa dikembangkan di areal di bawah (tanaman) tegakan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Selasa 21 Desember 2021.
Menurut Romza, warga Desa Tegalarum yang memiliki lahan kosong diarahkan untuk menanam berbagai jenis tanaman biofarmaka. Cara ini lebih ekonomis karena warga tidak perlu menyediakan lahan khusus.
Pengembangan tanaman rempah, spesifik untuk tanaman cabe, jamu, kapulaga, cengkeh, yang nantinya dapat dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat secara optimal pekarangan.
Tidak hanya aspek produksi, imbuhnya, Pemkab Magelang juga menyiapkan pasar tani di Desa Tegalarum. Pasar ini nantinya menjadi sentra perdagangan biofarmaka di Magelang.
