Dijelaskan Romza, wilayah yang menjadi sentra penanaman biofarmaka saat ini antara lain berada di Kecamatan Borobudur, Kajoran, Salaman, dan Grabag.
Sementara itu, berdasarkan data Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, potensi ekspor pertanian jenis rimpang seperti jahe, lengkuas, dan kunyit masih sangat besar.
Pada 2018, ekspor tanaman obat seperti jahe mencapai 2 ribu ton per tahun. Sedangkan ekspor kapulaga mencapai 6 ribu ton per tahun.
Bisnis tanaman bioformaka diproyeksikan semakin maju, seiring berkembangnya industri herbal dan gaya hidup masyarakat kembali ke alam (back to nature).
