“Objek wisata tidak ditutup untuk kepentingan perekonomian bagi pengelola wisata, tetapi sekalipun begitu masyarakat kita himbau untuk taat dan patuh dengan adanya prokes secara ketat dan selalu mematuhi dengan adanya aplikasi PeduliLindungi dan tidak berkerumun,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola objek wisata Cengklik Park, Susilo Pujiastuti mengungkapkan memang betul ada peningkatan jumlah pengunjung tetapi tidak terlalu banyak. Jika hari biasa pengunjung bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 orang, saat libur Natal pengunjung hanya berkisar 2.500 orang saja.
“Untuk libur Natal, kita kenaikan tidak begitu. Jadi kita masih batas wajar, paling naik lima persen,” katanya.
Saat pergantian tahun besok, pihaknya mengaku tidak mengadakan acara di objek wisata agar tidak menimbulkan kerumunan. Selain itu, sebagai langkah untuk menjaga protokol kesehatan, sebelum masuk objek wisata para pengunjung dicek suhu badan, serta di berbagai sudut objek wisata disediakan tempat cuci tangan. (Cakram)
