Hatta menyebut, pemugaran gedung ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah. Pembiayaannya, ditangung bersama-sama antara BUMN dan BUMD yang ada di Jawa Tengah.
Setidaknya, ada 40 BUMN termasuk BUMD di Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam renovasi Hetero Space Solo.
“Nol persen APBD. (dalam pembangunannya) kita bagi menjadi empat klaster. Klaster pertama kita kerjasama dengan forum BUMD. Kemudian klaster kedua adalah Bank Jateng kemudian ketiga dan keempat adalah gotong royong dengan forum komunikasi BUMN-BUMN di Jateng, termasuk BUMN Infrastruktur,” ungkapnya.
Ini menurutnya, adalah upaya kolaboratif Pemprov Jateng dan BUMN serta BUMD, untuk mendukung terciptanya iklim usaha kreatif di Jateng.
