Antisipasi Hama dan Perubahan Iklim, Kementan Ajak Petani Boyolali Lakukan Gerdal OPT dan Gernang DPI

“Agar mengikuti apa yang kita lalukan hari ini. Kita harus cepat mengamati gejala gejala yang timbul di tanaman padi, kemudian menanam refugia di sekitar pertanian agar hama penyakit itu hinggapnya di refugia tersebut sehingga tanaman padi kita menjadi aman,” ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, di Kabupaten Boyolali tercatat terdapat tujuh hektar lahan pertanian yang diserang penggerek batang, 12 hektar lahan pertanian diserang hama tikus. Akan tetapi, karena serangan hama tersebut masih tergolong ringan, dampak yang ditimbulkan tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi. Terbukti dengan produktifitas di masa tanam (MT) 1 masih tinggi yakni 68,72 kw/ha.

Pada tahun 2021, gabah kering di Kabupaten Boyolali ditarget 295.751 ton dan terealisasi sebesar 292.796 ton. Sehingga Kabupaten Boyolali masih mampu mencapai surplus beras sebanyak 46.475 ton. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *