TEMANGGUNG, Cakram.net – Jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Temanggung mengalami penurunan signifikan dari 77 kejadian pada 2019 , menjadi 55 kejadian pada 2020 dan 44 kejadian pada 2021.
“Pada 2021 mayoritas kebakaran disebabkan konsleting listrik dengan total 15 kejadian, disusul kelalaian penggunaan gas dengan 12 kejadian, sedangkan 17 lainnya disebabkan faktor lain,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Temanggung Eddy Cahyadi, dilansir dari laman Pemkab Temanggung, Selasa 4 Januari 2022.
Eddy menyebutkan, total kerugian kebakaran tahun lalu mencapai 10 miliar dengan korban terdampak sebanyak 7.751 jiwa dan korban luka 11 jiwa. Namun demikian, aset yang berhasil terselamatkan dengan pencegahan kebakaran senilai Rp 56 miliar.
Sementara kejadian kebakaran paling parah terjadi di Desa Bonjor, Kecamatan Tretep pada akhir Mei lalu yang telah menghanguskan 7 rumah, 1 mushola dan 14 kambing milik warga.
