“Penurunan kejadian kebakaran ini sedikit banyak dipengaruhi oleh tingginya kesadaran masyarakat tentang kebakaran itu sendiri, hal ini didukung dengan gencarnya bimbingan peningkatan kapasitas dan sosialisasi yang terus digencarkan Damkar Temanggung guna mendorong masyarakat sadar akan kebakaran,” imbuhnya.
Selain itu, kata Eddy, juga adanya efek dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat, sehingga segala potensi yang menimbulkan kebakaran bisa dideteksi lebih awal.
“Selama PPKM itu orang banyak di rumah, yang biasanya lupa mematikan kompor jadi ingat, karena di rumah terus, selain itu orang yang hendak naik gunung dibatasi, aktifitas masyarakat yang mau masuk hutan juga demikian. Terbukti di 2021 lalu tidak ada kasus kebakaran hutan di Temanggung,” terangnya.
Eddy menekankan, bahwa 90 persen penyebab kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia itu sendiri. Sehingga sangat memungkinkan musibah kebakaran itu untuk dicegah dan diantisipasi.
