Seiring naiknya pengguna internet, masyarakat pun semakin akrab berbelanja secara online. Data dari perusahaan marketing We Are Social berjudul ‘Digital 2021’, setidaknya 87 persen responden di Indonesia mengaku berbelanja secara daring.
“Dari data-data tersebut, maka sudah pas kalau kita mengambil tema Transformasi Digital Guna Meningkatkan Produktivitas sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena memang masyarakat kita, utamanya anak-anak muda kita, (sekarang) lebih senang bekerja di rumah, mereka bekerja di tempat kafe, hanya menggunakan internet,” jelasnya.
Disebutkan, Jawa Tengah juga memiliki sosok inspiratif yang mampu memberdayakan ratusan masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan untuk menguasai digital marketing. Dia adalah Nofi Bayu Darmawan, warga Desa Tanjungmuli, Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Nofi rela memilih resign dari pegawai Kementerian Keuangan untuk fokus pada pengembangan digital marketing pada 2017 lalu.
Tantangan awal yang dihadapi pada saat awal merintis adalah jaringan internet karena Desa Tunjungmuli berada di kaki Gunung Slamet. Tantangan berikutnya adalah tingkat pendidikan yang rendah membuat warga lokal sulit menerima buah pemikiran Nofi. Tapi seiring berjalannya waktu, Desa Tanjungmuli kini dikenal sebagai Kampung Marketer.
