BOYOLALI, Cakram.net – PT BPR Bank Boyolali (Perseroda) menyiapkan Rp 1,5 Miliar untuk masyarakat yang ingin menukar uang baru jelang perayaan Lebaran tahun ini. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Boyolali ini telah mengajukan penukaran uang baru ke Bank Indonesia sebanyak Rp2,1 miliar, namun baru disetujui sebanyak Rp1 miliar.
“Jadi untuk penukaran uang baru, Bank Boyolali kemarin sudah ikut. Sudah beberapa tahun ini kami mengajukan ke Bank Indonesia Rp2,1 miliar pada 6 April kemarin sudah cair Rp1 miliar,” ungkap Direktur Utama PT BP Bank Boyolali (Perseroda), Dono Srihananto, dilansir dari laman boyolali.go.id, Senin 18 April 2022.
Uang sebanyak Rp1 miliar tersebut terdiri dari pecahan Rp20.000 dengan total Rp300 juta, pecahan Rp10.000 dengan total Rp500 juta, pecahan Rp5.000 dengan total Rp150 juta dan pecahan Rp2.000 dengan total Rp50 juta. Empat hari sejak dibuka pelayanan penukaran uang baru pada Rabu 6 April 2022 lalu, kini pecahan uang baru tersebut telah habis. Pihaknya kemudian mencari bank mitra untuk mendapatkan uang pecahan Rp1 miliar.
“Tetapi selang beberapa hari juga sudah hampir habis saat ini kami masih menunggu untuk penukaran uang yang dari bank Indonesia tahap kedua tetapi nilai nominalnya pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu,” terangnya.
Dalam satu kali penukaran uang baru, masyarakat hanya bisa menukarkan maksimal sebanyak Rp3,7 juta. Jumlah tersebut terdiri dari pecahan Rp20.000 satu bendel, pecahan Rp10.000 satu bendel, pecahan Rp5.000 satu bendel dan pecahan Rp2.000 satu bendel. Penukaran uang baru dilakukan di kantor pusat maupun kantor cabang PT BPR Bank Boyolali (Perseroda) yang ada di Kecamatan Teras, Simo dan Klego. Dalam pelayanan di empat kantor tersebut, tidak dipungkiri bahwa uang baru senilai Rp1 miliar cepat habis.
