Secara terpisah Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengakui minat masyarakat untuk mendapat vaksinasi booster di Kota Yogyakarta tinggi. Dicontohkan stok vaksin booster untuk vaksinasi di kemantren dan kelurahan selalu habis dan kurang selama sebulan terakhir. Pihaknya menegaskan sudah mengantisipasi aturan perjalanan mudik dari kementerian perhubungan terkait vaksinasi booster.
“Kami sudah mengantisipasi itu juga. Makanya Pemkot Yogyakarta sudah memperlebar kegiatan-kegiatan vaksinasi booster sehingga bisa memberikan layanan kepada masyarakat yang ingin memperoleh booster untuk kepentingan mudik dan segala macam,” terang Heroe.
Heroe menyebut realisasi vaksin booster di Kota Yogyakarta meningkat, sudah hampir sekitar 70 persen. Sedangkan sekitar dua sampai tiga minggu lalu, realisasi vaksin booster berkisar 50 hingga 60 persen. Selain karena pengaruh aturan perjalanan mudik, peningkatan realisasi vaksin booster itu karena percepatan vaksin booster yang dilaksanakan Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Hampir sebulan lebih kita melaksanakan percepatan booster karena kita ingin saat Ramadan ini sudah banyak yang dibooster. Makanya yang semula 50 persen sekarang menjadi hampir 70 persen. Untuk stok vaksin masih aman,” tambah Heroe.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwanah menyatakan ada peningkatan minat warga mendapatkan vaksin booster tapi relatif stabil. Pelayanan vaksinasi booster di halaman Masjid Pangeran Diponegoro diadakan rutin setiap Rabu dan Kamis pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB. Masyarakat harus mendaftar vaksinasi booster dulu melalui Jogja Smart Service.
