“Warga bisa berdaya maksimal, dan kebutuhan pangan bisa sedikit terbantu. Untuk kelompok tani didorong memanfaatkan lahan tersebut dengan menanam hidroponik dan tabulampot,” jelasnya.
Dengan dikelola kelompok tani, lanjutnya, masyarakat bisa merasakan manfaat dari urban farming. Hampir tiap KK sudah mendapatkan tambahan penghasilan Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
Dia merencanakan hal serupa akan dilakukan di wilayah Joyotakan jika tanggul di tempat itu sudah jadi. (Cakram)
