“Usaha lain ada di Tegal, sparepart kendaraan. Jadi otomotif juga bisa, cukup banyak yang bisa kita berikan bantuan. Ya sambil mengenalkan pada masyarakat bahwa ini bisa efisien untuk membantu suplai energi,” kata Ganjar.
Purwanto, salah seorang pengrajin ukir kayu, mengatakan baru beberapa bulan menggunakan energi alternatif tenaga surya. Selama beberapa bulan itu ia sudah mulai merasakan manfaatnya, khususnya dalam biaya listrik.
“Bisa membantu mengurangi energi, untuk pembayaran listrik, tapi kalau sudah hujan atau mendung tidak bisa digunakan. Kalau banyak hujan maka tombok (pakai listrik PLN). Normalnya biasanya Rp 1 juta. Ini baru beberapa bulan pakai, kemarin juga banyak hujan, jadi kemarin kalau nggak salah baru berkurang Rp 100 ribu. Tidak tahu kalau ini nanti semakin panas maka bisa terus berkurang,” ujarnya. (rls)
