Ditambahkan, pihaknya telah mengupayakan Internet cepat 30 Mbps bagi masyarakat Desa Beteng, yang dipasang di balai desa. Selain itu, adapula bantuan renovasi 10 unit rumah tak layak huni (RTLH).
Kepala Desa Beteng Prapto Sugiyarto menyebut, manfaat internet cepat telah dirasakan warga. Selain mengatasi area minim sinyal, Badan Usaha Milik Desa ikut terbantu.
“Untuk internet juga telah dimanfaatkan anak-anak sebagai sarana belajar. Nah untuk renovasi RTLH, dua rumah sudah berwujud, sisanya masih dalam pengerjaan,” urainya.
Prapto mengungkapkan, Program Satu OPD Satu Desa Binaan tidak melulu membangun infrastruktur fisik. Ia menyebut, pelatihan juga diperlukan untuk menaikkan pengetahuan dan kompetensi warganya.
“Terima kasih kami didampingi untuk meningkatkan perekonomian warga. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat, seperti RTLH yang meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Nah untuk peningkatan pendapatan warga, produk pertanian yang dijual ke tengkulak, bisa diolah jadi produk siap makan,” tuturnya.
Penerima manfaat bantuan renovasi RTLH Kamari dan Soginem, bersyukur mendapatkan bantuan. Kamari menyebut, sebelum dibenahi, rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu.
“Dulu rumahnya dari gedhek. Sudah miring reyot. Alhamdulillah dapat bantuan, sehingga kini dindingnya batako dan lebih kokoh,” pungkasnya. (Cakram)
