“Vaksinasi PMK ini sampai tanggal 2 Juli 2022 ditargetkan sebanyak 1.000 dosis vaksin sapi dengan sasaran dari unit epidemologi kecamatan kemudian desa. Jadi sasaran wilayah kecamatan yang masih hijau yang belum terkena PMK diantaranya Kecamatan Selopampang, Gemawang dan Kledung dengan syarat skriningnya harus sehat, tidak dalam kondisi bunting, dan di atas umur tiga bulan,” ungkapnya.
Adapun jumlah tenaga vaksinator yang disediakan oleh DKPPP sebanyak lima tim, satu tim terdiri dari tujuh orang dengan tugas masing-masing, dari proses skrining sampai pencatatan, penginputan data yang langsung integrasi dengan sistem iSIKHNAS pusat, sehingga bisa terkoordinir dengan baik.
“Tim ini nantinya yang melakukan vaksinasi sapi, karena vaksin yang digunakan kelipatan seratus dan hanya bertahan selama enam jam harus habis, tidak bisa ditutup maupun disimpan, kemudian jika epidemologi tingkat kecamatan kurang memadai, maka kita lakukan turun ke bawah, jadi tingkat desa agar komunikasi dua arah lebih mudah dan sapi yang diskriningpun memadai sesuai dengan jumlah kelipatan vaksin,” terangnya.
Adapun kasus aktif PMK di Kabupaten Temanggung per Minggu 26 Juni 2022 bertambah 2 ekor sapi. Total kasus sebanyak 339, dengan rincian kasus aktif sebanyak 246 dan sembuh sebanyak 69. Artinya, tingkat kesembuhan sapi terhadap PMK bisa dibilang cepat, karena sampai hari ini belum ada sapi yang mati akibat PMK.
“Sampai saat ini, namanya bukan Satgas, melainkan URC (Unit Reaksi Cepat), karena tingkat kesembuhan sangat ditentukan dari respon time, laporan yang cepat, InsyaAllah tingkat kesembuhan tinggi, sedangkan kalau ditutupi malah akan menjadi bumerang dan tingkat pengobatannya akan lebih sulit,” pungkasnya. (Cakram)
