Seorang peserta pelatihan Saparti, mengaku senang mendapatkan pengetahuan baru. Menurutnya, ketika panen ketela atau pepaya, harga sering kali jatuh. Sementara hasil panen berlimpah.
“Ya kalau pas lagi panen harganya cuma Rp2.500 ribu per kilogram. Kalau pas banyak ya untuk pakan sapi. Untuk diolah seperti ini tidak bisa, karena tidak tahu dan belum ada pelatihan,” ujarnya, dilansir dari jatengprov.go.id, Selasa 9 Agustus 2022.
Ia berharap, dengan adanya pelatihan semacam itu, dapat memberi variasi produk olahan singkong dan pepaya.
“Semoga saja kalau sudah dibikin olahan makanan, harganya bisa berlipat. Misal harga ketela Rp2.500 per kilogram, dibikin keripik jadi Rp10 ribu,” ungkapnya.
Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum mengatakan, pihaknya secara simultan memberi pelatihan sesuai kebutuhan warga Desa Beteng. Hal itu dimaksudkan untuk mendongkrak perekonomian warga dan mengentaskannya dari zona kemiskinan.
