“Maka di hulunya kita bisa ngecek berapa produksi sebenarnya. Tinggal kemudian saya minta tolong kawan-kawan di kabupaten Kota, tolong diupdate. Teman-teman Bupati Walikota perintahkan tim kecil untuk memantau,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra menjelaskan, pada pembaruan SiHaTi yang kini tersedia dan bisa diakses dari smartphone juga memiliki fitur early warning system.
“Jadi ketika harga naik atau turun dalam 5 hari berturut, itu akan timbul early warning system dan akan ada push notification ke seluruh anggota TPID provinsi,” jelasnya.
Dari notifikasi tersebut, kata Rahmat, bisa ditindaklanjuti oleh jajaran TPID untuk mengambil keputusan. Rahmat berharap, pemerintah kabupaten kota aktif mengupdate data komoditas di daerah masing-masing.
“Sehingga kita nanti bisa segera call for meeting untuk melakukan tindakan-tindakan. Kita integrasikan dengan Pemprov Jateng, tinggal nanti bagaimana kabupaten kota diminta aktif untuk mengupdatenya,” tuturnya.
