Bunda Literasi Diharapkan Tingkatkan Indeks Gemar Baca di Kabupaten Semarang

“Pengukuhan Bunda Literasi untuk menjadi motivator gemar membaca warga,” jelasnya.

Hendi menyebutkan, indeks kegemaran membaca masyarakat berdasarkan survey Dinas Arpus tahun 2021 tercatat 62,57 persen. Meski angka itu sedikit di atas indeks tingkat Provinsi Jateng maupun Nasional, minat baca masyarakat terutama anak-anak harus terus ditingkatkan.

“Perkembangan makna Literasi saat ini tidak hanya terkait membaca saja. Namun juga harus menyejahterakan masyarakat  melalui  pengetahuan yang diperoleh dari membaca,” ungkapnya.

Kondisi itu, lanjut Hendi, didukung transformasi peran perpustakaan sebagai pusat inklusi sosial. Yakni sebagai tempat mengumpulkan pengetahuan praktis guna menciptakan kegiatan ekonomi produktif.

Usai dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha yang juga istri Bupati Semarang selanjutnya mengukuhkan para ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan sebagai Bunda Literasi Kecamatan. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *