Pemkot Yogyakarata Imbau Masyarakat Waspadai Gangguan Ginjal Akut Pada Anak

Dia menjelaskan gejala-gejala ginjal akut pada anak yakni mengalami penurunan frekuensi atau volume urin, warna urine berubah menjadi coklat, demam atau tanpa demam, batuk dan pilek. Selain itu gejala infeksi saluran pencernaan atau perut seperti mual, muntah dan diare.

“Kalau misalnya anak tiba-tiba mengalami penurunan frekuensi atau jumlah urine harus waspada.  Bisa langsung dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Jika 1×24 jam tidak ada perbaikan, atau disertai dengan keluhan lain akan dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan yang lebih mampu,” terang Lana.

Dia menyatakan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga sudah membuat surat edaran ke masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan dan organisasi profesi terkait kewaspadaan ginjal akut pada anak. Surat edaran Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta itu menekankan kembali surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait kasus gangguan ginjal akut pada anak.

“Surat edaran intinya menekankan lagi masyarakat diimbau tidak membeli obat tanpa rekomendasi, konsultasi atau resep dari dokter. Sesuai surat Kementerian Kesehatan, diminta untuk semua obat-obatan yang sediaannya dalam bentuk sirop (cair) sementara tidak diberikan dulu sampai hasil penelitian dari Litbang Kemenkes keluar,” jelasnya.

Fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair. Dia menyampaikan apotek juga sudah mendapat langsung surat edaran Kementerian Kesehatan lewat organisasi profesi apoteker. Termasuk surat edaran dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terkait gangguan ginjal akut pada anak.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *