“Kita masih optimis ini akan bisa tercapai menjelang akhir tahun. Kita akan ada evaluasi langkah-langkah apa yang akan kita ambil untuk lebih cepat lagi. Jadi penandaan dan pendataan itu yang pertama memang untuk data. Jadi kita punya satu data ternak secara Nasional. Data itu berisi profil dari ternak itu sendiri maupun pemilik peternak,” terangnya.
Pendataan dan pemasangan eartag hewan ternak disambut baik oleh para peternak. Salah satu peternak asal Desa Singosari, Sriyono mengaku senang dengan adanya pendataan.
“Pendataan seperti ini sangat bagus. Seandainya beli di pasar kita bisa melihat sapi tersebut berasal dari mana, umur berapa, kondisinya seperti apa, itu nanti akan langsung tampil di HP. Nanti kita bisa mengetahui kondisi sapi seperti apa, riwayatnya seperti apa, nanti akan tertera semua,” katanya.
Kabupaten Boyolali sesuai data terbaru dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali mengajukan hewan ternak sapi untuk didata menggunakan eartag dengan QR Code pada sapi perah 62.387 ekor, sapi potong 98.096 ekor dan hewan ternak kerbau sebanyak 655 ekor. Disnakkan Kabupaten Boyolali menargetkan 157. 915 ekor hewan ternak baik sapi maupun kerbau selesai pemasangan eartag di akhir tahun 2022 ini.
Sebagai tambahan informasi, hingga 6 Oktober 2022, hewan ternak yang mengidap PMK sejumlah 32 ekor, suspek mencapai 5.827 ekor, sembuh 4.879 ekor dan mati sebanyak 112 ekor yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali.
