Hal itu pun sesuai dengan yang disampaikan Menko Polhukkam Mahfud MD dalam sambutannya. Bahwa media sosial menjadi modal badan publik memulai mengelola keterbukaan informasi dengan baik.
“Nggak boleh ada yang ditutup-tutupi, maka orang boleh nutupin kaya apapun, tapi kalau video sudah ditempel ke objeknya maka semua akan jadi terbuka. Maka terbuka saja, nggak usah risih kalau kita bersih,” tutur Ganjar.
Mantan anggota DPR RI itu menuturkan capaian Pemprov Jateng ini tak bisa terjadi tanpa kerja keras para ASN-nya. Ganjar mengatakan, penganugerahan ini adalah pertunjukkan dari komitmen tersebut.
“Alhamdulillah hari ini mencapai puncaknya. Lima kali berturut-turut, menurut saya ini pertunjukkan komitmen dari kawan-kawan di Pemprov Jawa Tengah untuk membuka informasi seluas-luasnya,” tandasnya.
Sejak 2018, Ganjar membawa Jateng menjadi juara pertama dan provinsi terbaik nasional keterbukaan informasi publik. Kemudian tahun 2019 Jateng kembali mendapat predikat sebagai provinsi paling informatif. Tradisi baik sebagai provinsi informatif itu dilanjutkan pada tahun 2020 dan tahun 2021. (rls)
