Masyarakat Boyolali Diminta Waspada Penyebaran Penyakit LSD Pada Hewan Ternak

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Afiany Rifdania mengatakan bahwa hewan ternak yang terkena penyakit LSD dengan ditandai dengan gejala benjolan di tubuh hewan ternak, akan mempengaruhi harga jual hewan ternah tersebut.

“Para peternak, mohon bersabar mengikuti proses penyembuhan proses pengobatan, dilakukan saja karena ini sudah banyak terbukti sudah sembuh dan kembali mulus (hewan ternak) nanti jadi gemuk lagi, luka menghilang dan bisa kembali meningkatkan harga jual,” ujar Afi.

Pengobatan yang diberikan kepada sapidan kerbau selain vaksinasi, yakni pemberian obat dan vitamin yang diberikan setiap 10 hari sekali selama satu bulan untuk mematikan virus dan mengobati bekas luka pada hewan ternak sehingga hewan ternak bisa puliih kembali.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan menjaga asupan gizi pada hewan ternak.

“Paling utama itu menjaga kebersihan karena ditularkan lewat vektor. Dan mohon bantuan dari masyarakat untuk juga menjaga asupan gizi,” pungkasnya. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *