YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan berbagai hal untuk mendukung pemilahan sampah agar volume yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir(TPA) berkurang. Salah satunya memisahkan truk sampah organik dan residu di tiap depo atau tempat pembuangan sementara (TPS). Pemisahan truk sampah organik dan residu untuk memudahkan masyarakat yang membawa sampah ke depo/TPS.
“Di depo sekarang ada dua truk. Satu truk untuk sampah organik dan satu truk untuk sampah residu,” kata Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Jumat 20 Januari 2023.
Pihaknya menegaskan penyediaan dua truk sampah terpisah di depo itu adalah salah satu upaya mendukung pengelolaan sampah. Sarana truk pengangkut sampah juga sudah ditambah. Aman menyebut sudah menggelontorkan anggaran hampir Rp 25 miliar dalam APBD Perubahan 2022 ke DLH Kota Yogyakarta untuk pengadaan 20 unit truk. Sebagian besar truk compactor dan sebagian dump truck. Termasuk 3 truk compactor dan dump truck untuk Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta.
“Dengan truk compactor kita bisa mengepres sampah sehingga kadar air bisa turun, dan bobot sampah yang dibawa ke TPA Piyungan bisa berkurang. Ini juga salah satu keseriusan kita mengelola sampah,” terang Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta itu.
Aman mengakui pada seminggu awal gerakan zero sampah anorganik baru bisa mengurangi volume sampah sekitar 15 ton/hari. Oleh sebab itu sosialisasi dan edukasi gerakan zero sampah anorganik di basis wilayah terus berlangsung. Pihaknya menargetkan bisa mengurangi berkisar 20-30 persen dari sekitar 250 ton volume sampah dari Kota Yogyakarta yang dibawa ke TPA Piyungan.
