Pemkot Yogyakarta Mulai Operasionalkan Tambahan Armada Sampah

Pemkot Yogyakarta sejak Januari 2023 memberlakukan gerakan zero sampah anorganik untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena hampir penuh. Aman menyebut volume sampah di Kota Yogyakarta yang dibawa ke TPA Piyungan sudah berkurang mencapai sekitar 35 ton/hari. Ditargetkan sampai  akhir Maret bisa mengurangi volume sampah sekitar 50 ton/hari.

“Sosialisasi kita dorong dan yang tidak kalah penting adalah satgas gerakan zero anorganik berbasis kelurahan. Sekarang sudah mulai secara random sampling melakukan monitoring lapangan,” tambah Aman.

Aman selaku Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta menyampaikan kini sosialisasi pengelolaan sampah juga menyasar sampah spesifik yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) di permukiman. Sampah B3 menjadi bagian program dari bank sampah di Kota Yogyakarta. “Harapannya bank sampah menjadi agen-agen informasi  yang kuat di masyarakat. Termasuk dalam pengelolaan sampah B3,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DLH Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto menyampaikan operasional truk sampah semuanya diorientasikan untuk membawa sampah ke TPA. Termasuk tambahan 42 unit armada sampah sudah terdaftar di TPA untuk bisa membuang dan menimbang. Dengan penambahan armada pengadan tahun 2022, total jumlah kendaraan operasional DLH Kota Yogyakarta sebanyak 163 unit.

“Dengan pengadaan baru kita memperbanyak compactor yang semula sembilan truk ada tambahan sekitar 12, lumayan. Tapi tidak semuanya compactor karena ada area-area yang terbuka sehingga setiap saat ready menerima sampah. Kalau compactor harus ada operatornya,” papar Sugeng.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *