Kepala Desa Balerante Sungkono membenarkan kabar ternak sapi di desanya terserang penyakit bisul sapi.
“Di Desa Balerante sendiri ada sekitar 1.200 ternak sapi. Sekitar 40%nya terpapar penyakit bisul sapi. Penyakit bisul sapi sendiri sudah menyerang ternak kira-kira dua bulan yang lalu,” jelas Sungkono.
Terkait dampak penyakit bisul sapi itu sendiri Sungkono yang sudah tiga pereode menjabat sebagai Kepala Desa Balerante menerangkan kalau sapi yang terdampak nilai jualnya turun.
“Penyakit bisul sapi itu sendiri bisa merata. Bisul itu sekian lama jadi nanah dan menyebabkan dagingnya membusuk. Jadi bisul itu ada dibawah kulit di luar daging. Kalau daging sapi itu membusuk, maka sapi itu nilai jualnya turun. Bahkan tidak laku dijual,” terangnya. (Cakram)
