“Kemudian peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, menurunkan angka kematian ibu dan anak, pencegahan dan penanganan stunting serta meningkatkan angka harapan hidup. Termasuk tersedianya 56 unit ambulan dan mobil jenazah gratis untuk masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Bupati, Pemkab Semarang mampu mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan hingga mencapai 88,23 persen dari target 95 persen. Kemudian penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Semarang pada tahun 2022 menjadi sebesar 4,61 persen, dengan jumlah balita hybrid peserta sebanyak 13.609 orang.
“Di bidang ekonomi, antara lain diwujudkan dengan pemberian bantuan modal kepada 2.666 UMKM, pemberian BLT kepada tukang ojek, 518 nelayan dan 75 operator perahu wisata di Danau Rawapening. Juga menghibahkan 20 pasar tradisional kepada desa untuk dikelola oleh BUMDes, penyelenggaraan pelatihan kerja untuk disalurkan ke sejumlah perusahaan garmen d Kabupaten Semarang,” paparnya.
Melalui kerja keras dalam mendorong pemulihan perekonomian, kata Bupati, Kabupaten Semarang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tahun 2022, yakni mendekati pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Triwulan III sebesar 5,28 persen.
Menurut Bupati, di bidang pertanian mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian melalui program pemulihan kesuburan tanah, bantuan sarana prasarana pertanian hingga peningkatan SDM pertanian di Kabupaten Semarang. Sedangkan di bidang peningkatan kualitas SDM, Kabupaten Semarang mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas IPM nasional maupun Jawa Tengah dengan capai 74,67 persen. (dhi)
