“Kegiatan ini juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas nikmat dan berkah yang dirasakan, selain itu untuk silaturahmi dan doa bersama demi kesehatan, keselamatan dan kemakmuran masyarakat di Kelurahan Suryatmajan,” ujarnya.
Kemudian Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Danurejan, Bambang Endro Wibowo mengatakan, selain untuk melestarikan tradisi dan budaya, harapannya upacara Ruwahan juga bertujuan untuk menambah pengalaman atraksi serta wisata seni budaya, bagi pengunjung yang sedang berwisata di Kota Yogyakarta.
“Ini merupakan bagian dari menjaga tradisi, dari masyarakat untuk saling mendoakan agar senantiasa selamat dan sentosa, serta selalu diberi kemakmuran dan kesejahtetaan, juga menjadi daya tarik wisata berbasis budaya lokal,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, ketua komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro berpesan, agar tradisi Ruwahan dapat menjadi bagian dari calendar of event Kota Yogyakarta.
“Kegiatan ini menjadi salah satu penguat, kelurahan Suryatmajan memang layak menjadi yang terbaik di DIY dan maju dalam lomba desa kelurahan tingkat nasional. Mungkin ke depan tradisi Ruwahan bisa masuk dalam calendar of event Kota Yogyakarta,” harapnya.
