“Namanya bekerja ada hambatan dan kendala namun kami selalu berkomunikasi bersama puskesmas, kelurahan dan kemantren dalam upaya pencegahan DBD di Kota Yogyakarta,” jelas Rubangi.
Suami Martinah ini mengungkapkan, hingga saat ini angka penderita DBD turun drastis dimana pada bulan Maret 2023 hanya ada 20 kasus penderita DBD. Hal ini membuktikan apa yang dilakukan pemerintah berhasil menekan penyakit DBD di masyarakat bahwa dengan teknologi Wolbachia dapat menurunkan angka DBD.
Oleh sebab itu, ayah dari tiga orang anak ini mengatakan sangat berbangga dan berterimakasih kepada masyarakat yang ikut serta dalam keterbiasaan hidup sehat dengan melakukan 3M yakni 8menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Kedua menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya, dan ketiga memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.
Selain itu, Ia mengatakan, bangga bisa menyumbangkan salah satu pengabdian sebagai ASN di Pemkot Yogyakarta dengan menurunkan dan mengurangi angka kematian DBD.
