Ganjar mencontohkan, biasanya dalam pelaksanaan ibadah haji muncul kejadian jemaah kehilangan barang, jemaah tersesat, jemaah kebingungan di hotel, bahkan jemaah hilang.
“Sehingga nanti yang sifatnya teknis kecil-kecil itu mereka (pendamping haji) mesti tahu,” tegasnya.
Menurutnya, pembekalan ini sangat penting diikuti agar para petugas dan pendamping haji juga semakin siap menghadapi para jemaah. Khususnya ketika harus menghadapi berbagai macam persoalan.
“Mudah-mudahan dengan latihan ini nanti para pendamping haji dari Jawa Tengah mereka betul-betul siap,” tandasnya.
Untuk diketahui, petugas dari Jawa Tengah yang akan berangkat mendampingi para jemaah sebanyak 249 orang terdiri dari pelayanan ibadah 72, pelayanan kesehatan 83, pelayanan umum 94. (rls)
