Ganjar Kunjungi Rumah Merah, Melihat Jejak Sejarah Abad 18 dan Pembuatan Batik Lasem

Arsitekturnya yang menggabungkan gaya Hindia dan Tiongkok menjadikan Rumah Merah destinasi wisata budaya yang sayang untuk dilupakan. Di antara pengembangan wisatanya, menampilkan langsung pengalaman membatik khas Rembang, Batik Lasem.

Ganjar juga diajak melihat pengembangan lain yakni menjadikan Rumah Merah sebagai home stay yang bisa diinapi wisatawan. Gubernur Jateng dua periode itu, mengaku mengagumi hasil revitalisasi yang dilakukan.

“Beberapa sudut-sudut eksotis bisa di make up jauh lebih bagus ya. Di depan umpama ada model omah batik yang di Lasem ya, pembatiknya ada di sana, gedungnya tua dan tinggal diperbaiki saja,” ujarnya.

Ganjar berharap dengan revitalisasi tersebut, bisa membuat kawasan Lasem lebih hidup. Misalnya, didorong dengan mengembangkan acara bertema sejarah budaya.

“Kita bisa create lagi, banyak event ada di sini, mungkin ya Lasem tempo dulu dan Lasem masa sekarang itu tentu akan sangat bagus sekali dengan segala kreativitas yang muncul. Jadi ada sejarahnya, tapi juga ada bentuk-bentuk yang modern yang punya nilai. Heritagenya ada, kemudian kreatifnya ada, wisatanya ada, sehingga ekonominya bisa tumbuh,” tandasnya. (rls)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *