Banten lanjut Ganjar adalah daerah yang memiliki sejarah luar biasa soal toleransi. Sejak masa Kesultanan Banten, toleransi beragama sudah tumbuh subur di Tanah Jawara ini.
“Karena di dekat Kesultanan Banten, ada tempat ibadah Konghuchu. Dan sejarahnya, menara masjid itu didesign oleh orang China. Jadi, sejak dulu kita sudah diajarkan tentang pentingnya toleransi,” ucapnya.
Salah satu tokoh agama Banten, Romo Ruby Santamoko mengatakan, masyarakat Banten memang mengharapkan adanya kondusifitas. Warga ingin hidup dengan berdampingan dan saling menghormati.
“Apalagi menjelang pemilu saat ini, kami berharap semuanya berjalan kondusif. Kami rakyat Indonesia sudah cerdas, kami pasti memilih pemimpin yang peduli pada toleransi, seni dan budaya. Kami ingin memilih presiden rakyat, dan Pak Ganjar adalah orangnya,” ucapnya. (rls)
