Ganjar lantas mencontohkan, informasi tidak benar yang baru-baru ini diterimanya, terkait dengan kerusakan jalan. Ganjar menuturkan, ada akun Twitter, mencuitkan kerusakan jalan dan menyebut kerusakan jalan itu terjadi di wilayah Jawa Tengah saat ini. Padahal, sejumlah ruas jalan itu sudah diperbaiki.
“Kemudian ada wartawan yang tanya saya, Pak Ganjar ini tanggapannya bagaimana? Itu akunnya siapa, merekamnya kapan, itu di mana. Sebenarnya saya tahu kalau itu sebenarnya salah gitu lho. Maksud saya klarifikasi, atau edukasi di media itu menjadi penting. Karena itu dari media sosial, diangkat ke media mainstream,” tutur Ganjar.
Ganjar mengatakan, informasi yang tidak jelas datanya akan jadi hoaks yang merugikan. Sebab itu, ia meminta masyarakat untuk selalu mencermati segala informasi yang diterimanya.
“Maka seringkali begitu satu posting sesuatu belum diklarifikasi, ini dianggap kebenaran. Maka saya sampaikan kepada yang lain, jangan ikut-ikut, Ojo ela-elu kalau kita tidak tahu. Ini untuk menjaga situasi kondusifitas wilayah,” ujar Ganjar.
Kesempatan hadir di acara haul, kata Ganjar, biasanya dimanfaatkan untuk edukasi pada masyarakat.
