Komjen Rycko: Deradikalisasi Merupakan Bentuk Kasih Sayang Negara

Bahkan menimbulkan rasa sakit, rasa tangis, kepedihan, dan kesedihan yang tidak akan kunjung berhenti kepada para korbannya. Pada tataran ini nampak bahwa manusia tidak lagi menghormati manusia, manusia menghancurkan manusia.

“Lebih daripada itu ideologi ini juga tidak sesuai dengan kondisi kebangsaan Republik Indonesia, yang merupakan suatu negara kebangsaan, negara yang dibangun dari berbagai perbedaan. Dengan banyaknya perbedaaan dan perlu adanya perekat. Perekat ini adalah kita, semua para pejabat negara, TNI dan Polri, saudara diberikan tugas untuk menjadi perekat, sehingga akan terwujud suatu yang indah,” katanya.

Maka kedatangannya di Temanggung, kata Ryco adalah untuk menjalankan salah satu program mulia daripada tugas BNPT yaitu program deradikalisasi di kawasan nusantara ini. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada warga yang sedang dilakukan pembinaan untuk mendapatkan kesempatan bergabung dengan masyarakat sekitar, dengan melakukan konsolidasi sosial berintegrasi dengan masyarakat.

Rektor Untidar Prof Dr Sugiyanto mengatakan, dengan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang sinergitas pencegahan tindak pidana terorisme antara BNPT dan Universitas Tidar diharapkan memberikan manfaat. Harapannya tindak pidana terorisme dapat ditangani secara sinergi oleh berbagai komponen bangsa yang saling mendukung dalam rangka menjamin rasa aman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kami bersyukur pada saat penandatanganan kerjasama ini, saya melihat keberagaman komponen dan juga keberagaman pendekatan metode dalam penanganan terorisme di Indonesia, termasuk melalui jalur peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini satu hal yang sangat luar biasa yang harus kita dukung bersama-sama,” katanya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *