Pada kesempatan itu, Ganjar sebelumnya bercerita ‘ditodong’ para menteri untuk menandatangani secarik kertas berisikan sejumlah komitmen. Ganjar menuturkan, kertas itu memuat mimpi panjang pengembangan kawasan Candi Borobudur yang belum terlaksana.
“Tadi kami bersepakat agar pengelolaan candi borobudur lebih terintegrasi. Mana zona untuk wisata, zona untuk religi, dan masing-masing akan memberikan perannya. Garis besarnya itu, dan mudah-mudahan terlaksana segera,” ujarnya.
Terkait dengan itu, Ganjar selaku Gubernur Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen mendukung industri khususnya pariwisata di Candi Borobudur, supaya bisa lebih berkembang.
“Mesti kita dorong terus menerus. Maka mulai kami berkomunikasi dengan industri, dengan kelompok masyarakat, sehingga semuanya bisa diputar menjadi satu manfaat yang lebih baik. Tentu saja gerakan kami mulai lakukan, bahkan semua orang berkomitmen sama,” tandasnya.
Dalam acara itu, hadir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Parekraf Sandiaga S Uno. Ketua Panitia Nasional Hari Tri Suci Waisak 2567 BE Hartati Murdaya yang sekaligus Ketua Umum Walubi. Jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang, serta tokoh dan ribuan Umat Buddha. (rls)
