“Ini juga bisa menjadi kebahagiaan bagi ibu-ibu ketika bisa menanam, memanen. Ini kan local wisdomnya banyak di Jateng ini. Di daerah pesisir, daerah pegunungan memiliki potensi berbeda. Oleh karena itu tanah yang tidak subur diolah dengan teknik penanaman supaya bisa memenuhi nutrisi yang ada, itu akan dilatih hari ini,” tuturnya.
Jadi mungkin dengan menanam di pot atau dengan mengambil tanahnya yang subur atau ketika tanah itu tanah kapur, bisa subur ketika ditanam. Dengan demikian, Aku Hatinya PKK, berupa Amalkan, dan Kukuhkan, itu bukan hanya tentang sosialisasi, tapi bagaimana diimplementasikan, dan diamalakan, dan jadi habit.
“Satu petak pun itu sudah memiliki potensi yang sangat luar biasa. Kukuhkan itu tidak hanya pada step ini saja, tapi bagaimana kita improviasi, refleksi, dan evaluasi kegiatan yang sudah ada, bagaimana itu bisa meningkat terus sehingga bisa menjadi harapan kita bersama stunting di Jateng ini bisa turun hampir 14 persen,” harapnya.
Ketua Panitia Dwi Sunarti Budi Prayitno mengatakan, maksud dan tujuan acara di antaranya meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan pengurus / kader PKK tentang pemanfaatan Aku Hatinya PKK dalam mengatasi stunting sejak dari dalam keluarga/rumah tangga. Selanjutnya, mensosialisasikan dan meningkatkan pemahaman pemanfaatan pekarangan Aku Hatinya PKK dalam mengatasi stunting secara berjenjang dari kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan hingga kelompok paling dasar yaitu kelompok dasa wisma.
Selain itu, menumbuhkan kesadaran keluarga untuk mengenali dan mengetahui potensi sumber pangan yang ada di daerahnya atau sekitarnya, agar mau dan mampu memanfaatkan lahan pekarangannya menjadi sumber pangan dan gizi keluarga. Jumlah peserta sebanyak 85 orang terdiri dari Pokja III TP PKK kabupaten/kota se-Jawa Tengah masing-masing 2 orang dan peserta dari provinsi sebanyak 15 orang.
