“Harapannya, peserta semakin bertambah pengetahuan, wawasan dan ketrampilannya dalam pengelolaan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga serta dapat mengaplikasikannya di wilayah masing-masing, sekaligus mengolah menjadi beberapa menu pangan yang sesuai dengan prinsip B2SA, mudah, murah, enak, menarik dan sekaligus menyediakan sumber protein melalui budidaya ikan dalam ember agar konsumsi ikan dalam rumah tangga meningkat,” kata dia.
Hal ini diharapkan bisa dilakukan oleh peserta sekaligus bisa mensosialisasikan ke pada semua kader yang ada di desa/kelurahan guna menanggulangi stunting di masyarakat. (rls)
