Sebuah kejuaraan tentunya juga menjadi pamacu dan memotivasi para kenshi untuk terus mengukir prestasi, tambah Singgih. Dengan harapan, Jogja yang istimewa ini juga diwarnai dengan banyak prestasi olahraga, termasuk untuk cabang olahraga kempo.
Sementara itu, Ketua Umum Perkemi Pengurus Provinsi (Pengprov) DIY, Suprobo mengungkapkan, kejuaraan pada tingkat DIY seperti yang dilakukan Perkemi Kota Yogyakarta dapat mendukung peningkatan prestasi atlet di DIY, juga menjadi media evaluasi bagi setiap kontingen kota kabupaten.
“Kejuaraan rutin seperti ini tentu kami dukung dan harus konsisten dilaksanakan, agar atlet juga bisa menambah jam bertanding, dan dapat meningkatkan pretasi sekaligus kemampuan dari atlet itu sendiri,” katanya.
Pada kejuaraan ini diikuti sebanyak 115 atlet yang merupakan pelajar dan mahasiswa dari kota dan kabupaten yang ada di DIY, dengan total 21 kelas yang dipertandingkan untuk putra dan putri. Juara umum dari kejuaraan ini adalah kontingen dari Amikom Yogyakarta, diikuti oleh UPN Yogyakarta, dan Politeknik LPP Yogyakarta. (Cakram)
