“Saya harus sat set memperluas konektivitas dan integrasi domestik yang kuat dan efisien. Baik konektivitas laut, darat, dan udara; konektivitas perdesaan dan perkotaan; konektivitas Indonesia bagian barat, tengah, dan timur; serta Pembangunan kawasan khusus,” katanya.
Presiden Jokowi juga telah mewujudkan swasembada pangan dengan konsisten memproduksi beras sebanyak 31,3 ton pada tahun 2019 sampai 2021. Yang tidak kalah penting, Presiden Jokowi juga telah berhasil meletakkan fondasi untuk transformasi ekonomi ke depan di bidang ekonomi hijau. Sehingga hari ini Indonesia dilihat sebagai salah satu pemain utama di ekosistem kendaraan listrik.
Presiden Jokowi juga telah berhasil membangun konektivitas digital melalui program Palapa Ring 1-3 sehingga ekonomi digital Indonesia melompat signifikan.
“Saya juga harus lari berakselerasi melakukan transformasi digital di berbagai bidang termasuk transportasi dan logistik, ekonomi dan keuangan digital, pemerintahan digital, kota pintar, serta kesehatan dan pendidikan digital. Untuk sektor pertanian, kita juga mesti menuntaskan reforma agraria untuk mendukung kekuatan produktivitas petani,” kata Ganjar.
Sementara di bidang perlindungan sosial, lanjut Ganjar, harus memperkuat jaminan sosial yang bertumpu kepada gotong royong BPJS, agar kesehatan yang layak dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan fasilitas terbaik. Hal lain yang bisa diperkuat adalah capaian penurunan stunting sebesar 21,6 per yang masih di atas standar WHO sebesar 20 persen. Inilah PR besar yang mesti segera digarap serius agar mempercepat penurunan stunting hingga di bawah 5 persen.
