Dia ingin memberi contoh kepada sekolah lain, terutama sekolah pemerintah (negeri) agar betul-betul menerapkan moderasi beragama dengan baik. Di SBTH semua pemeluk agama mendapat perlindungan dan pendidikan yang sama.
“Di sekolah pemerintah sebenarnya sudah menerapkan ini, menaungi semua pemeluk agama,” jelasnya.
Menurutnya, toleransi harus diterapkan betul-betul di lingkungan sekolah. Ia tidak ingin kasus intolerasi muncul kembali di sekolah seperti pada saat PPDB tahun 2022 lalu.
Dia menuturkan, salah satu program yang saat ini terus di genjot oleh Pemkot Magelang adalah Program Magelang Agamis (Progamis). Program ini diharapkan bisa meningkatkan Indeks Kota Toleran (IKT) secara nasional. Salah satunya dengan menguatkan toleransi antarsesama dan antarumat beragama.
“Wujud toleransi itu berupa Kampung Religi yang isinya bukan hanya urusan agama semata, tapi juga sosial dan budaya antarsesama manusia,” tuturnya.
