Musim Kemarau, Wonogiri Tetap Surplus Beras

“Artinya tidak akan menyamai luas tanam MT II tahun sebelumnya. Dengan melihat data itu, berarti luas tanam pada 2023 ini menurun dibandingkan pada 2022 lalu. Berdasarkan data itu pula, dibandingkan MT I, luas tanam padi sawah pada MT II atau saat kemarau ini di Wonogiri berkurang sebanyak 34.388 ha pada 2023 ini,” terangnya.

Berkurangnya luas tanam itu juga berpengaruh pada penurunan produksi. Produksi gabah pada 2022 lalu tercatat sebanyak 374.667 ton/tahun. Sedangkan produksi gabah pada 2023 ini diproyeksikan 309.162 ton atau turun 17,48%.

“Penurunan itu, tidak selalu berarti lahan pertanian itu dibiarkan tidak produktif. Ada petani yang beralih ke pola pertanian lain seperti palawija atau tanaman hortikultura saat kemarau,” kata Ridwan.

Tetapi dia juga tidak memungkiri banyak juga lahan pertanian sawah yang dibiarkan tidak berproduksi karena kendala sumber air. Selain itu, beberapa petani juga enggan berspekulasi dengan menanam padi pada saat kemarau karena rawan gagal panen.

“Jadi lahannya ya dibiarkan begitu saja, tunggu sampai penghujan. Tetapi sebenarnya ada opsi lain yakni beralih ke tanaman hortikultura seperti bawang merah, terung, dan palawija. Itu relatif sedikit butuh air dibandingkan padi. Tetapi belum semua petani berani beralih tanam,” ujar dia. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *