Buku Pintar Gema Tiker Panduan Hadapi Kekerasan Perempuan dan Anak

Selain itu, pihaknya berharap langkah ini mampu menurunkan angka stunting secara signifikan agar tercipta generasi yang tumbuh dengan sehat serta menyambut bonus demografi Indonesia ke depan.

“Semoga dengan berbagai upaya yang ada mampu mewujudkan zero stunting di Kota Yogyakarta tahun 2024,”ujarnya.

Semantara itu, Kepala DP3AP2KB DIY Erlina Hidayati mengungkapkan, kegiatan Ekspo Generasi Keluarga Istimewa ini dilakukan di beberapa tempat, yakni pada hari sebelumnya sudah dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, dan pada hari ini di Kota Yogyakarta. Selanjutnya akan dilakukan di Kabupaten Kulonprogo.

“Semoga kegiatan ini dapat mempererat keluarga. Sehingga nantinya tidak akan ada kekerasan lagi, keluarga tidak memproduksi pelaku kekerasan. Selain itu, melalui ketahanan keluarga dengan parenting pola asuh anak yang benar, kita harapkan ketika dewasa tidak akan menjadi pelaku kekerasan,”ungkapnya.

Ia berharap, dengan kegiatan ini semua keluarga semakin istimewa dan bersama-sama melakukan anti kekerasan terutama bagi perempuan dan anak dan menciptakan Kota Yogyakarta rukun dan damai. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *