“Sehingga sumbu filosofi ini merupakan bukti nyata pusat peradaban Jawa dan tradisi warisan budaya yang telah hidup dan berkembang sejak abad ke-16 yang harus dilestarikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan penetapan ini, Indonesia saat ini memiliki 10 situs yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia. Jumlah ini terdiri dari enam situs kategori warisan budaya diantaranya Borobudur, Prambanan, Situs Warisan Purba Sangiran, Subak Bali, Tambang Batu Bara Ombilin, dan Sumbu Axis Yogyakarta.
Selain itu, empat kategori lainnya merupakan warisan alam yakni Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lorentz, Hutan Hujan Tropis di Sumatera, dan Taman Nasional di Ujung Kulon.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, akan terus memastikan peran masing-masing daerah dalam pengelolaan sumbu filosofi sebagai Warisan Dunia. Pihaknya menjelaskan, adanya sertifikat penetapan Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks sebagai Warisan Dunia (World Heritage) UNESCO ini sangat berpengaruh terhadap pembangunan di Kota Yogyakarta.
Ia berharap, keberlanjutan Sumbu Filosofi sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO ini terus didukung oleh Menteri Luar Negeri dan masyarakat. Sehingga dapat memperkuat eksistensi sumbu filosofi.
