Sambut Libur Nataru, Disparta Kabupaten Semarang Minta Pengelola Objek Wisata Perhatikan SOP dan K3

Dikhawatirkan, lanjut Wiwin, adanya lonjakan wisatawan saat libur Nataru membuat pengelola objek wisata kewalahan. Sehingga mengabaikan SOP dan K3 dalam memberikan pelayanan kepada para pengunjung.

“Misalnya sebuah wahana yang seharusnya berkapasitas maksimal 15 orang dipaksanakan melebihi kapasitas dengan mengabaikan SOP dan K3 karena animo pengunjung banyak. Sehingga risikonya sangat besar. Kita sudah menekankan jangan sampai hal itu terjadi,” tegas Wiwin.

Wiwin juga mengingatkan agar protokol kesehatan diperhatikan dengan menyiapkan petugas tambahan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung. Selain itu, memperhatikan kantong parkir agar tidak mengganggu fasilitas umum lain seperti akses macet, padat dan sebagainya akibat adanya lonjakan pengunjung.

“Seperti jalan utama menuju Taman Bunga Celosia Bandungan seringkali padat pengunjung saat musim liburan. Sehingga akses pengunjung yang akan ke Candi Gedongsongo sering terganggu,” ujarnya.

Kata Wiwin, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang dan pemangku kepantingan lain guna memastikan kegiatan wisata selama libur NAtaru bisa berjalan lancar.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *