Dinkes Yogyakarta Dorong Kesadaran Tes HIV/AIDS untuk Orang Berisiko

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu menyampaikan sepanjang tahun 2023 terdapat lebih dari 80 kasus baru penderita HIV/AIDS di Kota Yogya. Pihaknya terus berupaya menjangkau masyarakat untuk dilakukan deteksi dini.

“Tes HIV sekarang ini baru diwajibkan bagi populasi berisiko seperti wanita pekerja seks, laki-laki seks laki-laki, waria, penasun atau Injecting Drug User, warga binaan lapas, orang yang mendapat transfusi darah, juga ibu hamil untuk dilakukan deteksi dini, ketika ibunya reaktif ya langsung harus minum ARV supaya anaknya terhindar dari penularan,” ungkapnya.

Menurutnya, semakin cepat dideteksi, maka harapan hidup sehat dan produktif bagi Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA bisa semakin tinggi. Obatnya juga sudah tersedia di setiap puskesmas dan bisa diakses secara gratis.

“Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi kami imbau kepada masyarakat untuk terus berperilaku sehat dan menghindari faktor-faktor risiko yang memang berpotensi terpapar HIV. Ketika memang masuk kategori populasi berisiko tidak ragu untuk tes HIV, kalau hasilnya reaktif langsung harus konsumsi obat rutin,” ujarnya.

Sehingga kasus baru infeksi HIV bisa ditekan hingga nol kasus, tambah Endang. Kemudian tidak ada lagi kematian karena AIDS dengan konsumsi ARV rutin serta tidak ada lagi diskriminasi dan stigma pada ODHA. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *