PEMALANG, Cakram.net – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengubah strategi untuk mempercepar penanggulangan stunting. Pencegahan stunting lebih diintensifkan dengan fokus pada lima sasaran, yakni remaja wanita, calon pengantin (catin), wanita usia subur yang menjadi pasangan usia subur, ibu hamil, ibu nifas, serta anak di bawah usia dua tahun (baduta).
Hal itu ditekankan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jateng Ema Rachmawati, pada Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/ Kota eks-Karesidenan Pekalongan, di Hotel Rgina Pemalang, Senin 19 Februari 2024.
Diakui, stunting menjadi isu politik yang sangat seksi. Beragam program dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Bantuan makanan pun mengalir untuk anak-anak dengan risiko stunting maupun yang sudah stunting. Namun, upaya itu belum banyak menurunkan stunting.
“Jangan-jangan kita salah strategi,” ujar Ema, dilansir dari jatengprov.go.id, Selasa 20 Februari 2024.
Menurutnya, program penurunan stunting justru semestinya tidak terlalu fokus pada anak yang sudah stunting. Yang lebih penting justru bagaimana agar anak tidak terlahir stunting.
